Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk menekankan pentingnya kerja sama antara SPPG dan petani lokal melalui koperasi desa.
"Bahan baku sebaiknya diutamakan dari masyarakat sekitar agar ekonomi rakyat terangkat. Ini menjadi tugas bersama agar program MBG tidak hanya memberi manfaat gizi, tapi juga dampak ekonomi," ujar Ariston.
"Saya berharap pelaksanaan MBG dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik agar tidak menimbulkan kendala di lapangan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Kecamatan Pangururan, Sarmarina Sitanggang, menjelaskan bahwa dapur gizi yang dipimpinnya saat ini menyediakan makanan bergizi bagi 3.295 anak sekolah yang tersebar di 18 sekolah (15 SD, 3 SMP, dan 1 SMA) di wilayah tersebut. Sebanyak 47 tenaga kerja terlibat dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan setiap hari.
"Seluruh bahan baku yang kami gunakan selalu segar. Sejak program MBG berjalan, tidak ada kendala berarti dan seluruh tim bekerja maksimal," kata Sarmarina.