Sabtu, 29 November 2025 WIB

Gubsu Tinjau Tujuh Jembatan Gagal di Langkat, Siap Dukung Pembangunan Ulang

editor - Sabtu, 27 September 2025 01:06 WIB
Gubsu Tinjau Tujuh Jembatan Gagal di Langkat, Siap Dukung Pembangunan Ulang
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meninjau tujuh pembangunan jembatan di Kabupaten Langkat yang gagal diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut pada tahun 2023.

LANGKAT -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meninjau tujuh pembangunan jembatan di Kabupaten Langkat yang gagal diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut pada tahun 2023. Proyek tersebut merupakan bagian dari paket pembangunan multiyears senilai Rp2,7 triliun di masa pemerintahan gubernur sebelumnya.

Dalam kunjungannya ke Desa Sei Musam dan Kwala Musam, Kecamatan Batang Serangan, Bobby menyebut kondisi jembatan-jembatan itu sangat memprihatinkan dan tidak dapat digunakan oleh masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan hanya menggunakan batang kelapa sebagai pengganti struktur utama hasil swadaya warga.

"Hari ini kita meninjau tujuh jembatan. Jarang ada jembatan yang bengkok, tapi ini bengkok. Ada juga papan bawahnya tidak sesuai. Artinya, dari tujuh yang ditinjau, sebenarnya jembatan ini tidak layak," ujar Bobby Nasution kepada wartawan, Sabtu (27/9/2025).

Baca Juga:
Bobby membenarkan bahwa ketujuh jembatan tersebut merupakan bagian dari proyek besar senilai Rp2,7 triliun yang gagal diselesaikan oleh Pemprov Sumut pada tahun 2023.

"Betul, ini bagian dari proyek multiyears Rp2,7 triliun yang gagal. Pembongkaran dilakukan padahal pembangunan belum terselesaikan," ungkapnya.

Ia mendorong agar pembangunan jembatan-jembatan itu segera dilanjutkan, namun kali ini oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, bukan lagi Pemprov Sumut.

"Tujuh jembatan ini gagal dikerjakan sejak 2023. Karena itu, kita coba bangun kembali, tetapi metodenya berbeda dari proyek sebelumnya," jelas Bobby.

Menurutnya, proses perencanaan pembangunan akan diserahkan kepada Pemkab Langkat untuk mempercepat pelaksanaan proyek.

"Kita minta perencanaannya dari kabupaten. Kalau dari provinsi, prosesnya cukup panjang karena proyek ini sebelumnya sudah pernah dikerjakan provinsi dan gagal. Jadi harus dibuat laporan baru agar bukan lagi menjadi aset provinsi," tambahnya.

Bobby memastikan, meski pengerjaan akan dilakukan oleh Pemkab, Pemprov Sumut tetap akan membantu pendanaan melalui Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) pada tahun anggaran berikutnya.

"Kabupaten buat perencanaannya, nanti provinsi dukung melalui BKP tahun depan. Estimasi biaya untuk tujuh jembatan sekitar Rp78 miliar," tutur Bobby.

Ia berharap pembangunan kembali jembatan-jembatan tersebut dapat membawa manfaat luas bagi masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan.

"Kalau jembatan ini selesai, tolong dijaga dengan baik. Karena yang lewat bukan hanya warga, tetapi juga pekerja perkebunan dan wisatawan. Kita ingin konektivitas dari Bahorok ke Tangkahan bisa lancar tanpa harus memutar jauh," ujarnya.

Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, menyatakan pihaknya akan segera menyusun perencanaan sesuai arahan Gubernur Sumut.

"Kita akan merencanakan pembangunan jembatan sesuai instruksi Pak Gubernur dan mengusahakan agar bisa terealisasi tahun 2026," katanya.

Masyarakat sekitar juga menyambut positif rencana pembangunan ulang tersebut. Meriah Ukur, warga setempat, berharap agar janji perbaikan segera diwujudkan.

"Kami mendukung rencana perbaikan ini. Selama ini jembatan diganti dengan batang kelapa. Kalau hujan deras, air naik dan jembatan tergenang," ujarnya.

Senada, Purnama, warga lainnya, mengatakan kondisi itu telah berlangsung lebih dari satu tahun.

"Selama ini kami hanya pakai jembatan bantuan swasta. Kalau tidak ada itu, kami tak bisa ke mana-mana. Harapannya, semoga Pak Gubernur tidak hanya meninjau, tapi juga segera memperbaiki," katanya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru