Menurutnya, proses perencanaan pembangunan akan diserahkan kepada Pemkab Langkat untuk mempercepat pelaksanaan proyek.
"Kita minta perencanaannya dari kabupaten. Kalau dari provinsi, prosesnya cukup panjang karena proyek ini sebelumnya sudah pernah dikerjakan provinsi dan gagal. Jadi harus dibuat laporan baru agar bukan lagi menjadi aset provinsi," tambahnya.
Bobby memastikan, meski pengerjaan akan dilakukan oleh Pemkab, Pemprov Sumut tetap akan membantu pendanaan melalui Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) pada tahun anggaran berikutnya.
"Kabupaten buat perencanaannya, nanti provinsi dukung melalui BKP tahun depan. Estimasi biaya untuk tujuh jembatan sekitar Rp78 miliar," tutur Bobby.
Ia berharap pembangunan kembali jembatan-jembatan tersebut dapat membawa manfaat luas bagi masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan.
"Kalau jembatan ini selesai, tolong dijaga dengan baik. Karena yang lewat bukan hanya warga, tetapi juga pekerja perkebunan dan wisatawan. Kita ingin konektivitas dari Bahorok ke Tangkahan bisa lancar tanpa harus memutar jauh," ujarnya.