Cegah Sengketa Aset, Kantor Pertanahan P.Sidimpuan Periksa Lapangan Tanah Wakaf
Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan terus mempercepat sertifikasi tanah wakaf sebagai upaya memberikan kepastian hukum terhadap aset keag
Daerah
SIBOLGA | Jelajahnews.id - Tragedi memilukan mengguncang Kota Sibolga. Seorang mahasiswa bernama Arjuna Tamaraya (21) ditemukan tewas setelah dikeroyok sekelompok pria di Masjid Agung Sibolga, Jalan Diponegoro, Jumat dini hari (31/10/2025).
Aksi brutal tersebut terekam jelas oleh kamera CCTV masjid. Dalam rekaman yang beredar, tampak lima pria mengenakan kaus berwarna oranye, biru muda, merah hati, biru, dan putih bergaris memasuki teras masjid sekitar pukul 03.17 WIB.
Mereka menggiring korban ke teras sebelum melakukan penganiayaan secara sadis. Pria berbaju oranye dan putih tampak menendang korban yang mengenakan jaket biru hingga terjatuh.
Salah satu pelaku bahkan memijak kepala korban hingga kejang, kemudian menyeret tubuhnya ke luar masjid.
Korban yang sudah tak berdaya diseret hingga ke jalan, sementara beberapa orang lain terlihat berada di sekitar lokasi tanpa berupaya menolong.
Wakil Ketua DPRD Sibolga: "Ini Tamparan untuk Kita Semua"
Kejadian tragis ini memicu keprihatinan mendalam dari Wakil Ketua DPRD Sibolga, H. Muhammad Jamil Zeb Tumori, yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Sibolga.
"Ini tindakan biadab dan sangat mencoreng nilai kemanusiaan, apalagi terjadi di rumah ibadah," ujarnya dengan nada geram, Sabtu (1/11/2025).
Menurut Jamil, peristiwa tersebut menjadi cermin kemerosotan moral generasi muda yang perlu segera disikapi bersama.
"Kejadian ini tamparan keras bagi kita semua. Saya turut berduka karena korban Arjuna juga telah kehilangan kedua orang tuanya. Ini sungguh menyayat hati," ucapnya.
Desak Polisi Tangkap Pelaku Tanpa Pandang Bulu
Jamil Zeb Tumori mendesak Polres Sibolga agar segera menangkap seluruh pelaku pengeroyokan.
"Kepada pihak kepolisian, saya meminta agar seluruh pelaku segera ditangkap dan diproses hukum tanpa alasan apa pun. Rumah Allah bukan tempat kekerasan," tegasnya.
Ia juga berharap masyarakat tidak menyebar spekulasi, melainkan mempercayakan penanganan kepada aparat penegak hukum.
Keluarga Korban Memohon Keadilan
Suasana duka menyelimuti keluarga korban di Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Salah seorang kerabat korban berharap DPRD dan kepolisian mengawal kasus ini hingga tuntas.
"Kami mohon agar kasus ini benar-benar diusut sampai ke akar. Arjun tidak pantas mati dengan cara seperti itu," ucapnya sambil menangis.
Beberapa anggota keluarga juga tampak histeris saat jenazah tiba di rumah duka.
Korban Masih Mahasiswa, Orang Tua Sudah Tiada
Data dari Dinas Dukcapil menyebut, Arjuna Tamaraya lahir di Sibolga pada 15 Juli 2004. Ia berstatus mahasiswa dan tinggal di Jalan Utama Lorong KRH No. 7, Kelurahan Kalangan, Pandan, Tapanuli Tengah.
Kedua orang tuanya, Harjuman dan Fariyanti, diketahui telah meninggal dunia. Kini, Arjuna menyusul mereka dalam usia muda, meninggalkan duka mendalam bagi kerabat dan rekan-rekannya.
Sementara itu, Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus pengeroyokan yang menewaskan Arjuna Tamaraya di Masjid Agung Sibolga.
Pihak kepolisian disebut masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat. (JN-A.Nisa)
Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan terus mempercepat sertifikasi tanah wakaf sebagai upaya memberikan kepastian hukum terhadap aset keag
Daerah
Kesibukan sebagai prajurit TNI AD tak menghalangi empat personel Yonif TP 904 Garamata Tanah Karo untuk menorehkan prestasi di arena olahrag
Daerah
MEDAN Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dan penerapan nilainilai Pancasila dalam du
Politik
Warga Lingkungan VIII Sibulan Bulan, Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, digegerkan oleh penemua
Daerah
PT Agincourt Resources (PTAR) mengembangkan program pemberdayaan masyarakat melalui Martabe Cocoa Park di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru,
Daerah
Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Batang Toru pada akhir 2025 menyisakan luka mendalam bagi masyarakat. Rumah rusak, lahan pertanian t
Daerah
Komitmen memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf terus diperkuat Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan.
Daerah
Tim kuasa hukum AKP Fadlun Al Fitri, SS menyampaikan kekecewaan atas penanganan praktik permintaan uang atau pungutan liar (pungli) yang did
Hukrim
Komitmen memperkuat kolaborasi demi pelayanan publik yang semakin berkualitas kembali ditunjukkan melalui pertemuan antara Pemerintah Kota P
Daerah
terus dibangun. Kepala Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan, Agustina Harahap, S.T., bersama para Pejabat Pengawas menghadiri kegiatan Ser
Daerah