Satgas TMMD dan Warga Bongkar Rumah Lama, Harapan Baru Tumbuh di Sangkunur
TAPSEL Jelajahnews.id Suara palu dan gesekan kayu berpadu dengan semangat gotong royong di Lingkungan I Tiga Dolok, Kelurahan Sangkunur,
Ragam
TAPSEL | Jelajahnews.id- Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) mengungkap dugaan pemalsuan dokumen kayu alam yang melibatkan PHAT (Pemegang Hak Atas Tanah) Anggara Fatur Ritonga di Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Hasil verifikasi di lapangan menunjukkan adanya penebangan melebihi izin. Dari 48 hektare yang seharusnya, pihak perusahaan justru menebang hingga 52 hektare.
Data Kayu Diduga Dimanipulasi
JPIK menilai ada manipulasi data volume kayu. Dari lahan 7 hektare, dilaporkan menghasilkan 526,74 meter kubik kayu, angka yang dianggap mustahil.
Menurut Riski Sumanda dari JPIK, data yang berbeda jauh dengan kondisi lapangan memperkuat dugaan adanya pemalsuan dokumen.
Ia menyebut aturan dalam sistem SIPUHH (Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan) jelas melarang penebangan di luar areal izin. Namun, banyak kayu hasil tebangan justru masuk ke dokumen resmi.
Kepala BPHL Wilayah II Medan, Syufriandi Syaiful, menegaskan sudah menyiapkan sanksi tegas. "Pemblokiran SIPUHH tidak bisa ditawar," tegasnya.
KPH X Bungkam
Di sisi lain, UPTD KPH X Padangsidimpuan memilih bungkam. Padahal sejak awal mereka melakukan timber cruising dan mengetahui aktivitas di lapangan.
Riski menilai sikap diam ini menunjukkan lemahnya pengawasan. Apalagi, data mereka mencatat potensi kayu 3.485,62 meter kubik, yang dinilai cacat formil.
Hutan Konservasi Terancam

Hutan yang ditebang juga termasuk kawasan konservasi tinggi. Lokasi ini menjadi habitat satwa langka seperti orangutan, harimau Sumatera, tapir, dan siamang.
Selain itu, kawasan tersebut berfungsi sebagai resapan air dan berada di jalur patahan gempa Toru. Jika rusak, warga terancam krisis air dan longsor.
Bupati Surati Kementerian
Bupati Tapanuli Selatan telah menyurati Kementerian Kehutanan agar aktivitas dihentikan. Ia menilai kerusakan lingkungan harus dicegah sejak dini.
Namun pihak perusahaan membantah. Mereka beralasan hanya membuka jalan menuju areal izin, bukan menebang besar-besaran.
Dalih Perusahaan Dimentahkan
Dalih itu dibantah JPIK. Riski menegaskan, data koordinat dan verifikasi lapangan sudah jelas menunjukkan adanya penebangan ilegal.
Ia mendesak Polri, Kejaksaan, dan Dinas Kehutanan segera turun tangan. Jika dibiarkan, praktik serupa bisa meluas ke tempat lain.
Warga Bulu Mario Resah
Masyarakat Desa Bulu Mario pun menyuarakan keresahan. Mereka khawatir hutan gundul akan berdampak langsung ke lahan pertanian.
"Kalau sawah kami kehilangan air, kami yang rugi. Kami minta kegiatan ini dihentikan demi keselamatan bersama," ujar seorang warga. (JN-Irul)
TAPSEL Jelajahnews.id Suara palu dan gesekan kayu berpadu dengan semangat gotong royong di Lingkungan I Tiga Dolok, Kelurahan Sangkunur,
Ragam
Praka Roni Situmorang dari Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel membantu warga mendorong sepeda motor melintasi genangan air.
Ragam
TAPSEL Jelajahnews.id Semangat gotong royong tampak nyata di Lingkungan I Tiga Dolok, Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur,
Ragam
Suasana akrab tampak di sebuah warung sederhana milik warga di Desa Batu Rosak, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan
Ragam
an untuk aktivitas tambang emas ilegal diamankan tim gabungan Polda Sumut.
Daerah
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa Ramadan Fair telah menjadi kekhasan Kota Medan yang konsisten digelar selama 20
Daerah
Respons cepat ditunjukkan tim medis Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel saat seorang warga datang dengan luka akibat tertusuk duri sawit ke
Ragam
Di tengah khidmatnya ibadah Minggu di Gereja GKPA Simataniari, personel Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel berbaur dengan jemaat, menampil
Ragam
Menjelang waktu berbuka, suasana berbeda tampak di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Sangkunur.
Ragam
Tim medis Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel sigap menolong warga yang terluka tertusuk duri sawit di kebunnya.
Ragam