SAMOSIR -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir bekerja sama dengan Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara menebar sebanyak 3.000 ekor benih ikan mas di perairan Danau Toba, tepatnya di Desa Sialanguan, Kecamatan Pangururan, Senin (4/8).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum LKBN Antara dalam upaya pelestarian ekosistem Danau Toba.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, ST yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada LKBN Antara atas kontribusinya terhadap kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Samosir.
Baca Juga:
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan terima kasih kepada Tim TJSL Perum LKBN Antara. Ini merupakan kehormatan bagi kami karena Samosir dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program ini," ujar Vandiko.
Bupati Vandiko menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu terjadi fenomena perubahan warna air Danau Toba menjadi keruh, yang berdampak pada kematian sejumlah spesies ikan. Menanggapi hal itu, Pemkab Samosir telah bekerja sama dengan peneliti dari Universitas Sumatera Utara (USU) untuk meneliti sampel air dan mencari penyebab perubahan tersebut.
"Program penebaran benih ikan ini sangat tepat waktunya. Berapa pun jumlah ikan yang ditebar akan memberi manfaat besar bagi keseimbangan ekosistem Danau Toba. Semoga ikan-ikan ini dapat berkembang biak dengan baik," tambahnya.
Selain itu, Bupati Vandiko juga berharap kerja sama antara Pemkab Samosir dan LKBN Antara tidak hanya sebatas kegiatan sosial, tetapi juga berlanjut dalam bidang komunikasi publik dan pemberitaan.