Tangan Dingin Satgas TMMD: Dari Senjata ke Semen demi Kolam Ikan Warga Sangkunur
TAPSEL Jelajahnews.id Kehadiran Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel di Kelurahan Sangkunur tidak hanya fokus pada pembangunan infrastru
Ragam
P.SIDIMPUAN | Jelajahnews.id - Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Metta Medika Padangsidimpuan diduga menolak seorang pasien anak berusia 9 tahun yang tengah mengalami demam tinggi, Senin (25/08/2025) sekitar pukul 17.50 WIB.
Baca Juga:
Orang tua pasien, Erni Rawati Sibuea, mengaku kecewa atas pelayanan yang diterimanya. Ia menceritakan bahwa sejak pagi anaknya mengalami demam tinggi dan sudah dibawa berobat ke bidan, namun tidak kunjung membaik.
"Saya khawatir, dari tadi pagi panasnya tetap tinggi. Sudah dikasih obat, tapi tidak turun. Makanya saya bawa ke rumah sakit," ungkap Erni kepada wartawan.
Namun, setibanya di IGD RSU Metta Medika, ia justru mendapat penjelasan dari petugas bahwa pasien dengan BPJS Kesehatan harus membawa surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes).
Hal itu membuat Erni merasa kondisi darurat anaknya tidak mendapat perhatian semestinya.
"Petugas bilang, 'Pakai BPJS kan, besok aja datang. Harus ada izin faskes kalau berobat ke sini,' begitu katanya," tutur Erni.
Karena khawatir, Erni akhirnya membawa anaknya ke RSU Inanta Padangsidimpuan, yang jaraknya tidak jauh dari lokasi sebelumnya.
Kasus dugaan penolakan pasien ini pun mendapat sorotan publik. Sebab, dalam aturan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), rumah sakit wajib memberikan pelayanan kepada pasien dalam kondisi gawat darurat tanpa harus mempermasalahkan rujukan faskes.
Pihak RSU Metta Medika Membantah Penolakan
Menanggapi tudingan tersebut, pihak RSU Metta Medika melalui Customer Service bernama Dinda membantah adanya penolakan pasien.
Ia menegaskan bahwa saat kejadian, IGD dalam kondisi penuh sehingga pasien tidak bisa langsung ditangani.
"Kami tidak menolak pasien, tapi karena IGD sedang penuh dan fasilitas terbatas, kami harus mengatur antrean pasien dengan sebaik mungkin," jelasnya kepada awak media, Selasa (26/08/25).
Terkait persoalan rujukan, pihak RS juga menegaskan bahwa hal itu bukan alasan penolakan, melainkan bagian dari prosedur administrasi.
Kasus ini menambah daftar sorotan publik terhadap pelayanan kesehatan di Padangsidimpuan, khususnya terkait kewajiban rumah sakit dalam memberikan pelayanan darurat bagi peserta BPJS. (JN-Irul)
TAPSEL Jelajahnews.id Kehadiran Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel di Kelurahan Sangkunur tidak hanya fokus pada pembangunan infrastru
Ragam
TAPSEL Jelajahnews.id Nuansa kebersamaan terlihat di lahan pertanian warga Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Sabtu (28/0
Ragam
Di bawah terik siang dan tanah yang masih lembap, Danramil 19/Siais Kapten Inf H. Sirait terlihat tak sekadar memberi arahan.
Ragam
Bapak Herianto Siregar warga Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan
Ragam
Kopda Ibrahim Dalimunthe bersama rekannya turun langsung membantu panen daun bawang prei milik Ibu Aniyah di Kelurahan Sangkunur, Kecamatan
Ragam
Upaya bersembunyi di balik pintu kamar mandi tak menyelamatkan seorang pria dari penggerebekan petugas
Daerah
Semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan program TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan di Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangku
Ragam
Kopda Ibrahim Pasaribu turun langsung membantu warga mengumpulkan dan mengangkut kayu bakar dari lahan bekas penumbangan pohon karet,
Ragam
Semangat kebersamaan kembali terlihat di lokasi program TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan
Ragam
Suasana kebersamaan terasa hangat di tengah misi pengabdian Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan.
Ragam