Jumat, 29 Agustus 2025 WIB

Kementerian ATR/BPN Dorong Transmigrasi dengan Reforma Agraria

Irul Daulay - Senin, 25 Agustus 2025 14:05 WIB
Kementerian ATR/BPN Dorong Transmigrasi dengan Reforma Agraria

JAKARTA| Jelajahnews.id - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyatakan komitmennya dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi melalui program sertifikasi tanah dan Reforma Agraria.

Baca Juga:

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, dalam kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/08/25).

"Kementerian ATR/BPN memiliki peran penting dalam pembangunan di kawasan transmigrasi melalui dua program strategis, yakni sertipikasi tanah transmigrasi dan Reforma Agraria," kata Wamen Ossy di hadapan 2.000 akademisi peserta ekspedisi.

Baca Juga:

Ia menegaskan, kepastian hukum atas tanah menjadi modal dasar bagi keberhasilan program transmigrasi.

"Program transmigrasi tidak akan berjalan dengan baik jika para transmigran tidak memiliki kepastian hukum atas tanah yang mereka tempati," ujarnya.

Baca Juga:

Menurut dia, setiap transmigran yang ditempatkan di kawasan transmigrasi harus memperoleh sertipikat tanah resmi agar dapat membangun kehidupan yang lebih sejahtera.

Selain itu, Reforma Agraria juga dinilai sebagai instrumen penting, khususnya melalui Penataan Akses. Melalui program tersebut, transmigran tidak hanya memiliki lahan, tetapi juga mendapat akses pendukung lain, seperti permodalan, pasar, pendampingan usaha, serta teknologi pertanian dan perkebunan modern.

"Kita ingin Reforma Agraria memastikan tanah yang dimiliki bisa dikelola dengan produktif, berkelanjutan, dan menyejahterakan. Jangan sampai masyarakat menjual sertifikat tanahnya begitu saja lalu kembali tidak memiliki tanah," tutur Wamen Ossy.

Usai sesi pembekalan, acara dilanjutkan dengan pelepasan simbolis 2.000 peserta ekspedisi patriot transmigrasi oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Para peserta akan bertugas sebagai tim advance untuk melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi di 154 titik kawasan transmigrasi.

Pelepasan ini turut dihadiri Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman, Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan, serta sejumlah wakil menteri Kabinet Merah Putih.

Dalam kesempatan itu, Wamen Ossy didampingi Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Adjie Arifuddin. (JN-TIM)

Editor
: Irul Daulay
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru