Senin, 19 Oktober 2026 WIB

Kebun Salak di Tapsel Diduga Jadi Lokasi Transaksi Narkoba, 2 Pria Diamankan, Sabu 8,48 Gram Disita

Irul Daulay - Senin, 19 Oktober 2026 09:58 WIB
Kebun Salak di Tapsel Diduga Jadi Lokasi Transaksi Narkoba, 2 Pria Diamankan, Sabu 8,48 Gram Disita
Foto: Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso bersama personel gabungan saat melaksanakan Operasi Sarang Narkoba di Desa Sisundung, Kecamatan Angkola Barat.

TAPSEL| Jelajahnews.id - Sebuah pondok di kebun salak milik warga di Desa Sisundung, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menjadi sasaran Operasi Sarang Narkoba (OSN).

Operasi tersebut dipimpin langsung Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso, S.I.K., S.H., M.M pada Sabtu (17/10/2026) sore.

Dalam operasi gabungan tersebut, polisi mengamankan dua pria berinisial ANB (37), warga Sitinjak, dan MB (46), warga Sibangkua. Keduanya merupakan warga Kecamatan Angkola Barat.

Petugas juga menyita dua bungkus plastik klip berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 8,48 gram, beserta sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

Operasi ini melibatkan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tapsel dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapsel.

Kapolres Tapsel menjelaskan, petugas menyasar pondok di tengah kebun salak tersebut karena diduga kerap digunakan sebagai tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika.

"Operasi Sarang Narkoba ini kami laksanakan sebagai bagian dari upaya menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," ujar Anton.

Dari pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan dua bungkus plastik klip berisi kristal yang diduga sabu dengan berat 8,48 gram.

Selain barang yang diduga narkotika tersebut, polisi turut menyita timbangan elektrik, plastik klip kosong, dua mancis, pipet yang diduga digunakan sebagai sendok sabu, serta sejumlah telepon genggam.

Kapolres menegaskan, Operasi Sarang Narkoba bukan sekadar penindakan sesaat, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Tapsel.

"Kami tidak memberikan ruang bagi peredaran narkoba di Tapanuli Selatan. Siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Operasi tersebut turut dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Tapsel AKP Philip Antonio Purba, S.H., M.H., bersama Kepala BNNK Tapsel Basten Simamora, S.H., M.H.

Keluarga Sempat Halangi Kendaraan Petugas

Proses pengamanan di lokasi sempat diwarnai keributan. Saat petugas hendak membawa orang yang diamankan, sejumlah anggota keluarga dilaporkan menghalangi kendaraan petugas

Menanggapi situasi tersebut, Anton menekankan pentingnya menghormati proses penegakan hukum dan tidak menghalangi petugas yang menjalankan tugas sesuai kewenangannya.

"Setiap situasi di lapangan harus ditangani secara terukur, tanpa mengabaikan keselamatan personel maupun masyarakat. Kami mengimbau semua pihak untuk tidak menghalangi proses penegakan hukum dan menyerahkan penanganan perkara sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Setelah operasi, ANB bersama barang bukti dibawa ke Satresnarkoba Polres Tapsel untuk menjalani pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, MB menjalani tes urine dengan hasil positif methamphetamine. Selanjutnya, MB diserahkan kepada BNNK Tapsel untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolres menjelaskan, pemberantasan narkotika perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan pengguna sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, sinergi antara Polri, BNNK, pemerintah setempat, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman narkotika.

"Karena itu, sinergi Polri, BNNK, pemerintah setempat, dan masyarakat harus terus diperkuat agar upaya ini memberikan dampak nyata," jelasnya.

Kapolres yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2006 itu juga mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari bahaya narkoba. Perang melawan narkoba membutuhkan keberanian untuk bertindak dan kepedulian masyarakat untuk ikut menjaga lingkungannya," pungkas Anton. (JN-Irul)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru