Sabtu, 28 Maret 2026 WIB

Jelang Idulfitri, Wali Kota Medan Sidak Pasar Pastikan Harga Pangan Stabil dan Stok Aman

editor - Senin, 16 Maret 2026 13:29 WIB
Jelang Idulfitri, Wali Kota Medan Sidak Pasar Pastikan Harga Pangan Stabil dan Stok Aman
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau sejumlah pasar utama di Kota Medan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, Senin (16/3/2026).

MEDAN -Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau sejumlah pasar utama di Kota Medan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, Senin (16/3/2026). Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga kebutuhan pokok relatif stabil dan pasokan dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Rico Waas didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy B. Hutabarat, Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Pasar Petisah menjadi lokasi pertama yang dikunjungi. Wali Kota menyambangi langsung lapak pedagang yang menjual berbagai komoditas, seperti sayuran, daging ayam, daging sapi, beras, dan telur. Ia juga berdialog dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi harga dan ketersediaan barang secara langsung.

Baca Juga:
Selain Pasar Petisah, rombongan juga meninjau Pasar Sei Sikambing dan Supermarket Berastagi di Jalan Gatot Subroto. Dari hasil pemantauan di beberapa titik tersebut, Rico Waas menyebut harga sejumlah komoditas masih terjaga, bahkan terdapat penurunan harga pada daging ayam.

"Tadi menurut rekan-rekan pedagang ada penurunan harga, seperti daging ayam. Sedangkan untuk daging sapi harganya stabil di kisaran Rp135.000 per kilogram, bahkan lebih baik dibanding tahun lalu yang masih di angka Rp150.000 hingga Rp155.000," ujar Rico Waas.

Namun demikian, ia mengakui terdapat kenaikan harga pada komoditas cabai merah. Meski begitu, harga masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah Kota Medan, kata dia, telah meminta PUD Pasar segera melakukan langkah intervensi untuk menekan kenaikan harga tersebut.

"Kami sudah meminta PD Pasar untuk mengecek penyebab lonjakan cabai merah dan segera melakukan intervensi agar harga kembali ditekan," tegasnya.

Rico Waas juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan. Ia memastikan stok pangan di pasar-pasar Kota Medan dalam kondisi aman menjelang Idulfitri.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok cukup baik. Saya sudah menginstruksikan jajaran PD Pasar untuk terus memantau arus distribusi pasokan agar tidak terjadi kekosongan barang secara tiba-tiba," katanya.

Dalam sidak tersebut, Pemerintah Kota Medan juga bekerja sama dengan Bank Indonesia menghadirkan program stimulus belanja sekaligus sosialisasi penggunaan pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Program ini memberikan insentif bagi masyarakat yang bertransaksi menggunakan QRIS.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy B. Hutabarat menjelaskan, masyarakat yang membeli satu kilogram daging sapi atau satu kilogram daging ayam menggunakan QRIS dengan tambahan pembayaran Rp1 akan memperoleh bonus.

"Untuk pembelian daging sapi, masyarakat bisa mendapatkan tambahan karkas sekitar satu kilogram. Sementara untuk pembelian daging ayam, konsumen akan memperoleh bonus 10 butir telur. Antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap program ini," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan menyatakan pihaknya akan memperkuat komunikasi antara pedagang dan distributor guna menjaga kelancaran rantai pasok, khususnya untuk komoditas cabai merah.

"Pak Wali Kota ingin agar pedagang tidak langsung menaikkan harga hingga batas HET. Jika masih bisa dijual di harga menengah, misalnya Rp35.000 atau Rp36.000 per kilogram, itu lebih baik agar daya beli masyarakat tetap terjaga," katanya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru