Rabu, 11 Maret 2026 WIB

Dua Hari Tak Terlihat, Pria di Angkola Sangkunur Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

editor - Rabu, 11 Maret 2026 15:29 WIB
Dua Hari Tak Terlihat, Pria di Angkola Sangkunur Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya
Foto: Petugas kepolisian di lokasi penemuan pria yang meninggal tergantung di rumahnya di Desa Malombu, Angkola Sangkunur, Tapsel.

TAPSEL | Jelajahnews.id- Warga Desa Malombu Kampung Bukkas, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, mendadak gempar pada Selasa (10/3/2026).

Baca Juga:

Kegemparan itu dipicu oleh penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya.

Korban diketahui berinisial SAB (33), warga setempat yang selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut. Penemuan jenazah korban berawal dari kecurigaan seorang tetangga yang datang untuk mengajaknya berbuka puasa.

Kapolsek Batangtoru, AKP Penggar Marinus Siboro, menjelaskan bahwa saksi awalnya mengetuk pintu rumah korban dan memanggilnya beberapa kali, namun tidak mendapat jawaban.

"Karena tidak ada respons, saksi kemudian mencoba melihat ke dalam rumah melalui jendela. Saat itulah ia melihat korban sudah dalam keadaan tergantung menggunakan seutas tali," ujar Kapolsek.

Melihat kejadian tersebut, saksi langsung memberitahukan warga sekitar. Informasi itu kemudian diteruskan kepada kepala desa yang selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan itu, Kapolsek Batangtoru segera memerintahkan personel bersama Kanit Reskrim untuk menuju lokasi guna melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Di lokasi, petugas melakukan pemeriksaan awal dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan dari Puskesmas Angkola Sangkunur, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.

"Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," jelas AKP Penggar Marinus Siboro.

Dari keterangan keluarga dan warga sekitar, korban diketahui telah berpisah dengan istrinya sejak sekitar dua tahun terakhir dan selama itu tinggal seorang diri di rumahnya.

Kapolsek juga mengungkapkan bahwa selama berpisah dengan istrinya, korban disebut mengalami gangguan kejiwaan dan beberapa kali membuat keributan di lingkungan sekitar.

"Menurut keterangan istrinya, almarhum sebelumnya juga pernah beberapa kali mencoba melakukan bunuh diri, namun berhasil dicegah," ungkapnya.

Upaya penanganan sempat dilakukan oleh aparat desa bersama tenaga medis dari Puskesmas Angkola Sangkunur untuk membantu kondisi korban.

Di lokasi kejadian, polisi turut mengamankan barang bukti berupa seutas tali nilon yang diduga digunakan korban serta pakaian yang dikenakan saat ditemukan.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah," tutur Kapolsek.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan klarifikasi terhadap para saksi guna melengkapi proses penyelidikan.

"Kami tetap meminta keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan seluruh fakta kejadian," pungkas Kapolsek Batangtoru. (JN-Irul)

Editor
: Irul Daulay
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru