Jumat, 27 Februari 2026 WIB

Duh! Dikonfirmasi Soal APBN Miliaran Rupiah, Kepala MAN Tapsel Bungkam

editor - Jumat, 27 Februari 2026 16:37 WIB
Duh! Dikonfirmasi Soal APBN Miliaran Rupiah, Kepala MAN Tapsel Bungkam
Foto: Kepala MAN Tapanuli Selatan, Juhan Siregar, dengan latar siswa MAN Tapanuli Selatan saat upacara bendera di Kabupaten Tapanuli Selatan.

TAPSEL | Jelajahnews.id - Pengelolaan dana APBN bernilai miliaran rupiah di sebuah Madrasah di Kabupaten Tapanuli Selatan diselimuti dugaan mark up anggaran dan laporan pertanggungjawaban fiktif.

Sorotan publik menguat setelah upaya konfirmasi yang diajukan kepada Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tapanuli Selatan (Tapsel) tidak mendapat klarifikasi dari pihak sekolah, Kamis (26/02/26)

Kepala MAN Tapsel, Juhan Siregar, ketika dikonfirmasi, melalui pesan WhatsApp tidak memberikan jawaban atau memilih bungkam hingga berita ini diterbitkan.

Sejumlah paket pengadaan dan swakelola yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Bepanja Negara (APBN) melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menjadi fokus pertanyaan.

Di antaranya pengadaan perlengkapan sekolah (Meubelair) Rp198 juta dan pemeliharaan sarana prasarana Rp200 juta melalui metode pengadaan langsung, serta berbagai kegiatan swakelola bernilai ratusan juta rupiah.

Publik menanti penjelasan terkait alasan pemilihan metode pengadaan, bukti survei harga, rincian pekerjaan, hingga mekanisme pengawasan anggaran.

Selain itu, kejelasan mengenai identitas penyedia, proses penunjukan, serta kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan ketentuan yang berlaku juga menjadi bagian dari permintaan klarifikasi.

Aspek pengawasan turut disorot, terutama apakah seluruh kegiatan telah diaudit atau direviu oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama.

Dugaan tersebut muncul dari hasil penelusuran data dan permintaan klarifikasi yang diajukan kepada pihak madrasah.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait. Redaksi masih membuka ruang hak jawab.(JN-Irul)

Editor
: Irul Daulay
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru