Sekolah Hancur, Negara Terlambat, Anak-anak Tapsel Terjebak Belajar di Tenda
Empat puluh lima hari setelah banjir bandang, longsor, dan pergerakan tanah melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, ratusan anak sekolah masih b
Daerah
TAPSEL | Jelajahnews.id- Empat puluh lima hari setelah banjir bandang, longsor, dan pergerakan tanah melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, ratusan anak sekolah masih bertahan belajar di tenda-tenda darurat.
Situasi ini menandai lambannya pemulihan sektor pendidikan dan memperlihatkan rapuhnya perlindungan negara terhadap hak dasar anak pascabencana.
Puluhan bangunan sekolah rusak berat sejak bencana akhir November 2025. Sebagian tersapu banjir, lainnya tertimbun longsor atau berada di zona retakan tanah yang berisiko amblas sewaktu-waktu. Hingga kini, sejumlah sekolah tidak dapat difungsikan sama sekali.
Di Garoga, bangunan SD nyaris lenyap, hanya menyisakan satu dinding berdiri. Di Huta Godang, ruang kelas masih tertutup lumpur. Di Lobu Uhom dan Tandihat, struktur bangunan retak dan terancam runtuh.
Sementara itu, SDN Bandar Tarutung masih dikepung air luapan Sungai Batangtoru, membuat seluruh aktivitas belajar berpindah ke tenda.

Sebagai respons darurat, Dinas Pendidikan memasang 10 tenda sekolah di empat kecamatan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan, Efrida Yanti Pakpahan, menyebut bencana berdampak luas pada satuan pendidikan.
"Terdapat 18 TK/PAUD, 24 SD, dan 5 SMP yang terdampak. Sebagian sudah kembali belajar, tetapi tidak sedikit yang masih dalam kondisi darurat," kata Efrida ke awak media, Senin (12/01/26).
Tenda-tenda tersebut berasal dari bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan BPBD, tersebar di Kecamatan Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Batangtoru, dan Muara Batangtoru. Selain belajar di tenda, sebagian siswa harus menumpang di sekolah terdekat dengan sistem pergiliran waktu.
Namun, solusi darurat itu menyisakan persoalan serius. Jam belajar berkurang, ruang belajar sempit, dan anak-anak harus berhadapan dengan panas, hujan, serta risiko kesehatan. Orang tua khawatir kondisi ini akan menurunkan kualitas pembelajaran dan keselamatan anak mereka.
Data pendidikan menunjukkan lebih dari 600 siswa terdampak langsung. Mereka menjalani proses belajar yang jauh dari standar layak, sementara kepastian rehabilitasi atau relokasi sekolah belum jelas.
Bencana di Tapanuli Selatan juga menelan korban besar. Sebanyak 93 orang dilaporkan meninggal dunia, dan sekitar 20 orang masih hilang.
Di tengah duka dan pemulihan yang berjalan lambat, anak-anak menjadi kelompok yang paling lama menanggung dampak.
Jika rehabilitasi sekolah terus tertunda, tenda-tenda darurat berpotensi berubah menjadi ruang belajar berkepanjangan.
Situasi ini bukan sekadar persoalan teknis pendidikan, melainkan cermin kegagalan negara memastikan hak anak atas pendidikan yang aman dan bermutu di tengah bencana.(P.Harahap)
Empat puluh lima hari setelah banjir bandang, longsor, dan pergerakan tanah melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, ratusan anak sekolah masih b
Daerah
Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan mencatatkan capaian kinerja yang positif sepanjang tahun 2025.
Daerah
Perjalanan seorang siswi SMA menuju sekolah berakhir tragis setelah sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya bertabrakan dengan truk Colt
Daerah
Warga Aek Gareder, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Kamis (8/01/2026) sore m
Peristiwa
PT Agincourt Resources (PTAR) bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Kementerian Sosial memfokuskan penanganan pascabencana pada penyiap
Daerah
Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak dengan memastikan seluruh aspek pendukung terpenuhi sejak
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan melaksanakan apel pagi pada Selasa (07/01/2026) di halaman kantor sete
Daerah
TAPSEL Jelajahnews.id Kekosongan kursi wakil rakyat di Daerah Pemilihan (Dapil) 5 DPRD Tapanuli Selatan terus menuai sorotan publik.adse
Daerah
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe tetap memberikan pelayanan kunjungan kepada masyarakat dan warga binaan pemasyarakatan (WBP
Daerah
Memasuki penghujung tahun 2025, Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Selatan menggelar Rilis Akhir Tahun sebagai wujud akuntabilitas dan trans