Sekolah Hancur, Negara Terlambat, Anak-anak Tapsel Terjebak Belajar di Tenda
Empat puluh lima hari setelah banjir bandang, longsor, dan pergerakan tanah melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, ratusan anak sekolah masih b
Daerah
TAPSEL | Jelajahnews.id - PT Agincourt Resources (PTAR) bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memfokuskan penanganan pascabencana pada penyiapan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak.
Langkah kolaboratif tersebut dilaksanakan di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), sebagai upaya percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi warga pascabencana
Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Christine Pepah, mengatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan masyarakat dapat segera keluar dari posko pengungsian dan menempati hunian yang lebih layak.
Baca Juga:
"Untuk kegiatan hari ini di wilayah Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan dan sekitarnya, kami memfokuskan terlebih dahulu pada penyiapan Hunian Sementara.
Dalam proses ini, kami bekerja sama dengan pemerintah daerah serta didukung penuh oleh TNI, Polri, dan Kementerian ESDM" ujar Christine di lokasi Huntara kepada sejumlah media, Kamis (08/01/26)
Dukung Pemerintah Siapkan Lahan hingga Tata Letak

Christine menjelaskan, PTAR berperan sebagai pendukung pemerintah dalam proses penyiapan Huntara. Lahan sepenuhnya disiapkan dan ditetapkan oleh pemerintah, sementara PTAR membantu pada tahapan teknis di lapangan.
"Peran kami adalah mendukung pemerintah, terutama dalam pembersihan lahan, pematangan lahan hingga siap digunakan, termasuk membantu desain dan tata letak area Huntara," jelasnya.
Tenda-tenda Huntara tersebut merupakan bantuan dari Kementrian ESDM. Proses pendiriannya dilaksanakan oleh personel TNI Angkatan Laut bersama anggota Polri.
Tahap Awal 144 Unit, Target Hingga 190 Unit
Pada tahap awal, sebanyak 144 unit tenda berukuran 4 x 5 meter telah didirikan. Selain itu, tersedia tenda berukuran 4 x 6 meter serta empat unit tenda besar berukuran 6 x 6 meter yang difungsikan sebagai fasilitas umum.
"Huntara ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1,4 hektare. Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai arahan dan kesepakatan bersama pemerintah, mengingat tidak semua warga terdampak akan menempati Huntara," kata Christine.
Saat ini, penyiapan Huntara mengacu pada target sekitar 190 unit, dengan kapasitas setiap unit menampung sekitar 6 hingga 8 orang. Pengaturan jumlah penghuni sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah.
Fasilitas Pendukung Disiapkan Bertahap

Selain tenda, Kementerian Sosial juga menyalurkan sekitar 300 unit matras angin untuk para penghuni. Sementara fasilitas pendukung seperti listrik, toilet, dan air bersih disiapkan oleh pemerintah daerah.
"Pemilihan lokasi Huntara ini telah melalui pertimbangan matang, termasuk kesiapan akses air bersih serta koordinasi lintas instansi untuk penyediaan listrik," tambahnya.
Christine juga menegaskan bahwa tenda berwarna biru yang terlihat di sekitar lokasi bukan merupakan bagian dari Huntara yang dipasang PTAR, melainkan bantuan dari pihak lain.
TNI dan Polri Kerahkan Personel
Dukungan penuh juga datang dari unsur TNI. Komandan Satgas Letkol Marinir Zainal melalui Danton Satgas Zeni Marinir Lettu Marinir Sus Deni Yanto menyebutkan pihaknya mengerahkan sekitar 35 personel.
"Kami bekerja sejak pukul 07.00 hingga 15.00 WIB dan siap mendukung percepatan penyiapan Huntara sesuai kebutuhan di lapangan," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Batang Toru AKP Penggar Marinus Siboro, didampingi Kasi Ops Brimob Sumut AKP Martoga, mengatakan pihak kepolisian mengerahkan sekitar 30 personel untuk mendukung penanganan bencana.
"Kepolisian akan selalu hadir bersama masyarakat. Personel dari Brimob maupun kepolisian umum terus mengawal, mendampingi, serta membantu agar dampak bencana dapat diminimalisir," tegasnya.
Harapan Pemulihan Bertahap dan Berkelanjutan
Christine Pepah berharap percepatan penyiapan Huntara ini dapat membantu masyarakat segera bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka.
"Kami berharap masyarakat dapat segera pulih. Dengan Huntara ini, warga bisa keluar dari posko dan mulai perlahan membangun kembali kehidupan," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi soliditas seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga pemerintah desa.
"Pemulihan ini tidak bisa instan. Membangun kembali kehidupan masyarakat membutuhkan proses dan sinergi jangka panjang. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar pemulihan dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan," pungkasnya. (JN-Irul)
Empat puluh lima hari setelah banjir bandang, longsor, dan pergerakan tanah melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, ratusan anak sekolah masih b
Daerah
Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan mencatatkan capaian kinerja yang positif sepanjang tahun 2025.
Daerah
Perjalanan seorang siswi SMA menuju sekolah berakhir tragis setelah sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya bertabrakan dengan truk Colt
Daerah
Warga Aek Gareder, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Kamis (8/01/2026) sore m
Peristiwa
PT Agincourt Resources (PTAR) bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Kementerian Sosial memfokuskan penanganan pascabencana pada penyiap
Daerah
Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak dengan memastikan seluruh aspek pendukung terpenuhi sejak
Daerah
P.SIDIMPUAN Jelajahnews.id Kantor Pertanahan Kota Padangsidimpuan melaksanakan apel pagi pada Selasa (07/01/2026) di halaman kantor sete
Daerah
TAPSEL Jelajahnews.id Kekosongan kursi wakil rakyat di Daerah Pemilihan (Dapil) 5 DPRD Tapanuli Selatan terus menuai sorotan publik.adse
Daerah
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe tetap memberikan pelayanan kunjungan kepada masyarakat dan warga binaan pemasyarakatan (WBP
Daerah
Memasuki penghujung tahun 2025, Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Selatan menggelar Rilis Akhir Tahun sebagai wujud akuntabilitas dan trans