Minggu, 01 Maret 2026 WIB

Tak Sekadar Bantuan, Mahasiswa Pascasarjana KPI UIN Syahada Pulihkan Semangat Korban Bencana

editor - Senin, 15 Desember 2025 17:50 WIB
Tak Sekadar Bantuan, Mahasiswa Pascasarjana KPI UIN Syahada Pulihkan Semangat Korban Bencana

P.SIDIMPUAN | Jelajahnews.id - Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Mahasiswa Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan angkatan 2025.

Aksi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam merespons musibah yang menimpa masyarakat.

Selama dua hari, Sabtu - Minggu (13-14 Desember 2025), mereka turun langsung ke lokasi bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan untuk berbagi bantuan dan menguatkan mental warga terdampak.

Aksi kemanusiaan ini menyasar masyarakat korban banjir bandang di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, serta korban pergeseran tanah di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan.

Kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan baru bagi warga, khususnya anak-anak yang mengalami trauma pascabencana.

Bencana alam yang melanda wilayah tersebut dipicu curah hujan ekstrem yang mengguyur Sumatera Utara sejak akhir November 2025. Di Tolang Julu, banjir bandang merusak puluhan rumah warga dan infrastruktur vital.

Sementara di Tandihat, pergeseran tanah yang terus meluas memaksa ratusan warga mengungsi karena permukiman dan akses jalan dinilai tidak lagi aman.

Kegiatan bertajuk "Bangkit Bersama, Peduli Sesama" ini diinisiasi oleh Mahasiswa Pascasarjana Prodi KPI UIN Syahada Padangsidimpuan angkatan 2025 dengan dukungan penuh Direktur Pascasarjana dan Ketua Program Studi KPI.

Pada hari pertama, Sabtu (13/12), rombongan mahasiswa meninjau langsung dampak banjir bandang di Desa Tolang Julu. Mereka menyalurkan bantuan berupa 100 buku Iqra dan Al-Qur'an, perlengkapan salat seperti sajadah gulung dan sarung, serta kebutuhan pendukung lainnya.

Tak hanya itu, suasana hangat tercipta saat mahasiswa mengajak anak-anak mengikuti permainan edukatif dan kegiatan penguatan spiritual. Tawa dan antusiasme anak-anak menjadi bukti bahwa sentuhan sederhana mampu mengobati luka batin akibat bencana.

Kegiatan dilanjutkan pada Minggu (14/12) di Desa Tandihat. Mengingat kondisi tanah yang masih bergerak dan berisiko tinggi, seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di lokasi pengungsian.

Di sana, mahasiswa memberikan dukungan moral, pendampingan psikososial, serta menggelar berbagai aktivitas edukatif untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak pengungsi.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Pascasarjana KPI UIN Syahada Padangsidimpuan menegaskan komitmen pengabdian kepada masyarakat, tidak hanya melalui bantuan fisik, tetapi juga lewat pendampingan psikososial yang sangat dibutuhkan korban bencana.

Mereka berharap aksi ini dapat memperkuat solidaritas sosial serta menginspirasi berbagai pihak untuk turut berpartisipasi dalam proses pemulihan pascabencana.

Selain itu, musibah ini diharapkan menjadi pengingat bersama akan pentingnya kepedulian, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

"Semoga masyarakat terdampak diberi kekuatan dan semangat baru untuk bangkit, serta bencana serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang," harap para mahasiswa. (P. Harahap)

Editor
: Irul Daulay
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru