Selasa, 13 Januari 2026 WIB

Bobby Nasution Pastikan Tanggul Sei Wampu di Langkat Segera Diperbaiki

editor - Jumat, 05 Desember 2025 13:59 WIB
Bobby Nasution Pastikan Tanggul Sei Wampu di Langkat Segera Diperbaiki
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan tanggul Sungai Sei Wampu yang jebol di Kabupaten Langkat akan segera diperbaiki.

MEDAN -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan tanggul Sungai Sei Wampu yang jebol di Kabupaten Langkat akan segera diperbaiki. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya banjir yang telah merendam sejumlah desa dan memaksa ratusan warga mengungsi dalam lebih dari satu minggu terakhir.

Kepastian tersebut disampaikan Bobby saat meninjau Posko Bencana di Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Jumat (5/12/2025) malam. Dalam kunjungan itu, ia berdialog dengan warga yang hingga kini masih mengungsi karena rumah mereka belum dapat ditempati akibat genangan air yang belum sepenuhnya surut.

"Saya pastikan Pemerintah Provinsi Sumut akan segera memperbaiki tanggul yang jebol di desa ini agar banjir tidak terulang kembali," ujar Bobby Nasution di hadapan warga.

Baca Juga:
Gubernur juga menyampaikan simpati mendalam atas kondisi warga Air Hitam dan Paya Bengkuang. Ia memastikan bantuan logistik dari Pemprov Sumut terus dikirimkan ke seluruh titik pengungsian, termasuk bantuan pangan, perlengkapan dasar, serta layanan kesehatan.

Camat Gebang, Sofyan Tarigan, melaporkan bahwa banjir tersebut melanda enam desa, yaitu Kelurahan Pekan Gebang, Desa Puluh Manis, Desa Sangga Lima, Desa Dorang, Desa Air Hitam, dan Desa Paya Bengkuang. Menurutnya, banjir terjadi sejak Rabu, 26 November 2025, setelah tanggul Sei Wampu jebol akibat curah hujan tinggi.

"Desa yang masih terendam sampai hari ini adalah Desa Air Hitam dan Desa Paya Bengkuang. Warga dari dua desa ini yang masih mengungsi berjumlah 170 orang," ungkap Sofyan.

Ia menjelaskan, sebelumnya hampir seribu warga dari enam desa tersebut mengungsi. Namun sebagian besar telah kembali ke rumah masing-masing setelah air di sejumlah wilayah surut. Meski demikian, warga dua desa masih bertahan di tempat pengungsian karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk dihuni. Banjir sempat mencapai ketinggian hingga 1,5 meter, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.

Sofyan juga memastikan layanan kesehatan tetap berjalan baik di seluruh titik pengungsian. "Petugas kesehatan berjaga 24 jam untuk memantau kondisi warga yang mengungsi. Kami pastikan seluruh pengungsi mendapat perhatian penuh dari pemerintah kabupaten," ujarnya.

Pemprov Sumut bersama Pemerintah Kabupaten Langkat telah menyiapkan langkah percepatan perbaikan infrastruktur tanggul dan pemulihan lingkungan setelah banjir. Perbaikan tanggul Sei Wampu menjadi prioritas utama guna memastikan keamanan warga dan stabilitas aktivitas sosial serta ekonomi di wilayah terdampak. Pemerintah juga akan melakukan evaluasi kondisi sungai dan sistem drainase untuk meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru