Selasa, 13 Januari 2026 WIB

PTAR Bantah Tuduhan Sebabkan Banjir Bandang, Bongkar Fakta: Berasal dari Hulu Garoga Bukan Area Tambang

Irul Daulay - Rabu, 03 Desember 2025 16:09 WIB
PTAR Bantah Tuduhan Sebabkan Banjir Bandang, Bongkar Fakta: Berasal dari Hulu Garoga Bukan Area Tambang

TAPSEL | Jelajahnews.id - PT Agincourt Resources (PTAR) menegaskan bahwa tudingan yang mengaitkan operasional Tambang Emas Martabe dengan banjir bandang di Batang Toru adalah kesimpulan yang keliru.

Hal ini disampaikan oleh pihak Menejemen PT Agincourt Resources pada pres realesnya yang dikutip Rabu, 3 Desember 2025 sebagai respons atas sejumlah pemberitaan yang beredar di masyarakat.

Bahkan, perusahaan menekankan bahwa klaim tersebut tidak didukung data lapangan dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, PTAR menyampaikan duka cita mendalam atas puluhan korban jiwa yang hilang maupun meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di Desa Garoga dan wilayah sekitarnya.

PTAR juga menyampaikan bahwa analisis awal di lokasi menunjukkan bahwa bencana dipicu oleh faktor cuaca ekstrem serta kondisi di kawasan hulu Sungai Garoga, bukan oleh aktivitas tambang

Banjir Disebabkan Siklon Senyar dan Sumbatan Material Kayu di Hulu Sungai

PTAR menjelaskan bahwa wilayah Tapanuli Selatan mengalami hujan dengan intensitas ekstrem akibat Siklon Senyar, dengan curah hujan yang disebut sebagai yang tertinggi dalam 50 tahun terakhir.

Hujan sangat lebat itu mengguyur hampir seluruh kawasan hulu sungai, termasuk Hutan Batang Toru.

Pusat awal banjir bandang terjadi di Sub DAS Garoga, tepatnya di Desa Garoga, sebelum meluas ke desa-desa lain seperti Huta Godang, Batu Horing, Sitinjak, dan Aek Ngadol.

Gelombang banjir terbentuk akibat ketidakmampuan Sungai Garoga menampung debit air yang sangat besar.

Kondisi ini diperparah oleh penyumbatan material kayu gelondongan di dua jembatan utama, yakni Jembatan Garoga I dan Jembatan Anggoli (Garoga II).

Pada puncaknya, sekitar 25 November pukul 10.00 WIB, aliran sungai berubah secara mendadak dan menghantam langsung permukiman warga.

PTAR Berada di DAS Berbeda dan Tidak Terkait Secara Hidrologis

Menanggapi tuduhan keterlibatan Tambang Emas Martabe, PTAR menegaskan bahwa perusahaan beroperasi di sub DAS Aek Pahu wilayah yang secara hidrologis terpisah dari DAS Garoga yang menjadi pusat banjir bandang.

Pertemuan kedua aliran sungai berada jauh di hilir Desa Garoga, sehingga secara teknis operasional tambang tidak berpengaruh pada peristiwa bencana tersebut.

Bahkan, pengamatan di lapangan menunjukkan tidak adanya banjir bandang di sepanjang aliran Aek Pahu. Tidak ditemukan aliran lumpur maupun tumpukan kayu seperti yang terjadi di Garoga.

Sebanyak 15 desa lingkar tambang di wilayah Aek Pahu juga tidak mengalami dampak serius dan kini dimanfaatkan sebagai lokasi pengungsian.

Pengamatan Udara: Longsoran Masif di Kawasan Hutan Hulu Garoga

PTAR juga telah melakukan pengamatan udara menggunakan helikopter. Dari hasil pemantauan tersebut, terlihat jelas adanya longsoran besar-besaran di tebing-tebing alur Sungai Garoga, termasuk yang berada di kawasan hutan lindung.

Material longsor inilah yang kemudian mengalir sebagai lumpur dan kayu yang menyumbat sungai.

Temuan ini masih berupa indikasi awal, dan PTAR mendukung kajian lanjutan yang independen untuk mendapatkan kesimpulan ilmiah yang komprehensif.

PTAR Fokus Pada Penyelamatan dan Pemulihan Korban

Sejak hari pertama bencana, PTAR menjadi bagian dari first responder bersama TNI-Polri, pemerintah daerah, dan relawan. PTAR telah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), membuka akses jalan, mendirikan posko pengungsian, menyiapkan tenda, dapur umum, hingga klinik darurat bagi warga terdampak.

"Seluruh sumber daya kami kerahkan untuk meringankan beban saudara-saudara yang terkena musibah. Fokus saat ini adalah penyelamatan jiwa dan percepatan pemulihan," jelas PTAR dalam keterangannya.

Ajak Publik Tidak Sebarkan Narasi yang Tidak Tepat

PTAR menegaskan bahwa perusahaan selalu mematuhi peraturan lingkungan, termasuk memastikan seluruh kegiatan berada di Areal Penggunaan Lain (APL) bukan di kawasan hutan Batang Toru. Perusahaan juga aktif dalam konservasi air, tanah, udara, dan keanekaragaman hayati.

PTAR mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan kolaborasi, komunikasi, dan verifikasi informasi agar tidak terjadi penyebaran narasi yang menyesatkan dan dapat mengganggu upaya bantuan bagi korban.

"Kami mendukung penuh dilakukannya kajian independen dan komprehensif agar penyebab bencana dapat dipahami secara akurat dan menjadi acuan mitigasi di masa mendatang," tutup PTAR. (JN-Irul)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru