Selasa, 13 Januari 2026 WIB

Kerja Sama Sister Province Sumut–Hainan Segera Terwujud, Targetkan Nilai Ekspor Hingga US$500 Juta

editor - Rabu, 26 November 2025 23:24 WIB
Kerja Sama Sister Province Sumut–Hainan Segera Terwujud, Targetkan Nilai Ekspor Hingga US$500 Juta
Gubernur Sumut, Bobby Nasution

MEDAN -Kerja sama sister province antara Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Provinsi Hainan, Tiongkok, segera memasuki tahap final. Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi Sumut untuk memperkuat kerja sama strategis di sektor obat herbal, bioteknologi, dan pertanian, termasuk komoditas unggulan seperti nilam, menyan, minyak atsiri, serta durian yang menjadi produk paling diminati pasar Hainan.

Selain sektor tersebut, lima industri prioritas turut disiapkan dalam rencana kerja sama kedua provinsi, yakni teknologi manufaktur, ekonomi kelautan, ekonomi digital, bioteknologi, pertanian, dan pariwisata. Fokus utama pada komoditas bioteknologi meliputi pengembangan tanaman penghasil minyak atsiri, sementara untuk sektor pertanian, durian diharapkan menjadi komoditas ekspor unggulan Sumut.

Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mengatakan bahwa tim khusus telah dibentuk untuk mempercepat proses finalisasi kerja sama tersebut. "Sesuai arahan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), tim yang sudah kita bentuk akan fokus mempercepat kerja sama ini agar terealisasi. Jika kami hitung, peningkatan nilai ekspor Sumut ke Tiongkok bisa mencapai US$500 juta," ujarnya setelah mengikuti rapat virtual dengan DEN dari Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Rabu (26/11/2025).

Menurut Bobby, saat ini Pemprov Sumut tengah merampungkan persiapan teknis, mulai dari administrasi, regulasi daerah, penyediaan lahan, hingga kebutuhan penunjang lainnya. Pemerintah menargetkan implementasi kerja sama dapat dimulai pada pertengahan tahun 2026. "Kesuksesan kerja sama ini melalui pembentukan North Sumatera–Hainan Cooperation Council (NSHCC) yang melibatkan Pemprov, pelabuhan, BUMD, BUMN, dan asosiasi industri. Karena itu, persiapannya harus benar-benar matang," ujarnya.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya akan meningkatkan volume ekspor, tetapi juga mendorong pengiriman produk setengah jadi untuk meningkatkan nilai ekonomi. "Hainan banyak mengembangkan obat herbal, sementara kita memiliki Taman Sains dan Teknologi Hortikultura (TSTH). Konsumsi durian mereka juga sangat tinggi. Selama ini mereka banyak memasok dari Thailand, padahal kita bisa ikut berkontribusi. Mereka sangat antusias," kata Luhut.

Terkait komoditas durian, Luhut meminta Pemprov Sumut menyiapkan rantai produksi lengkap, mulai dari pembibitan, penyediaan lahan, hingga proses produksi agar mampu memenuhi standar ekspor. "Kita tentukan bibit yang tepat dan unggul, siapkan lahannya, dan pastikan produksinya berjalan agar kita bisa ekspor ke sana," ujarnya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru