P.SIDIMPUAN | Jelajahnews.id - Setelah hampir 24 jam dinyatakan hilang terseret arus, seorang warga yang hanyut di Sungai Sibontar akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Korban hanyut diketahui berasal dari Kampung Darek, Kelurahan Wek IV, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.
Jasad korban ditemukan warga yang sedang mencari ikan di aliran Sungai Batang Angkola, tepatnya di belakang Asrama Kodim, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Rabu (26/11/25).
Proses penemuan mayat bermula ketika sekelompok warga berangkat menangkap ikan. Salah seorang di antara mereka melihat sosok mencurigakan yang tersangkut di pinggiran sungai.
"Awalnya saya pikir batang kayu. Setelah saya dekati, rupanya mayat," ujar seorang warga yang pertama kali melihat jasad korban.
Tak lama setelah laporan diterima, tim gabungan dari Polres Padangsidimpuan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padangsidimpuan, Forum Arung Jeram Indonesia (FAJI), serta Forester Tabagsel tiba di lokasi.
Dengan kondisi medan berlumpur dan licin, proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim harus menembus semak belukar dan aliran air yang masih cukup deras untuk mengangkat tubuh korban dari tepi sungai.
Jasad korban kemudian dibawa ke kediamannya untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Korban diketahui bernama Prawira Adi Putra Batubara (23), warga Kampung Darek, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu hujan deras mengguyur Kota Padangsidimpuan menyebabkan debit air Sungai Sibontar meningkat tajam.
Korban bersama dua rekannya sedang mencari ikan di sekitar sungai tersebut. Namun, derasnya arus membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri dan akhirnya hanyut terbawa arus deras.
Dua teman korban yang melihat kejadian itu sempat berusaha meminta pertolongan, namun derasnya arus membuat pencarian harus dilakukan oleh tim gabungan hingga akhirnya korban ditemukan di lokasi yang cukup jauh dari titik awal hanyut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap dan mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di sungai saat curah hujan tinggi. (JN-Irul)