"Semua ini merupakan tahapan yang kami lakukan untuk mengurangi banjir di Kota Medan. Harapan kami, perlahan persoalan banjir dapat teratasi," ujar Rico didampingi Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Plt Kepala Dinas SDABMBK Gibson Panjaitan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, Kabag Umum Ridho Nasution, serta Camat Medan Selayang Hafiz Rambe.
Terkait konsep pengendalian banjir, Rico memastikan bahwa setiap rencana telah melalui kajian teknis yang komprehensif dan diawasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Ia menyebut sejumlah titik yang masih memerlukan solusi tambahan, terutama kawasan yang tidak memiliki akses langsung ke sungai, daerah dengan drainase belum optimal, serta wilayah dengan kontur cekungan.
"Kami terus mencari solusi untuk titik-titik yang tidak dapat menyerap air dengan baik. Semua perencanaan dilakukan secara matang dan berada dalam pengawasan BWS," tambahnya.
Sementara itu, Kasatker BWS, Dony Hermawan, menjelaskan bahwa proyek pengembangan Kolam Detensi Selayang mencakup pengerjaan galian sedalam lima meter dan penataan kawasan sekitar kolam.
"Ada dua item pekerjaan, yaitu landscaping dan peningkatan kapasitas kolam. Ini merupakan lanjutan dari program Pemko Medan," jelas Dony.
Ia menuturkan bahwa proyek tersebut memperoleh tambahan anggaran senilai Rp15 miliar, dengan target pengerjaan dimulai Januari 2026 dan selesai pada Desember 2026. Kolam detensi ini dirancang mampu menahan kapasitas tampungan hingga 100.000 meter kubik.