Sabtu, 29 November 2025 WIB

Wakil Bupati Samosir Hadiri Rakor Percepatan Eliminasi TBC di Kemendagri

editor - Selasa, 26 Agustus 2025 22:39 WIB
Wakil Bupati Samosir Hadiri Rakor Percepatan Eliminasi TBC di Kemendagri

SAMOSIR -Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Eliminasi Tuberkulosis melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Sasana Bhakti Praja, Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).

Rakor tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dan diikuti oleh 8 gubernur serta 193 bupati/wali kota dari seluruh Indonesia.

Baca Juga:
Menurut Laporan Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan estimasi 1,09 juta kasus TBC dan 125 ribu kematian setiap tahun. Data tersebut menegaskan perlunya percepatan penanggulangan TBC secara masif dan terintegrasi.

Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam mengeliminasi TBC.

"Semua perangkat daerah harus bergerak bersama. Kemendagri akan memastikan penanggulangan TBC menjadi prioritas pembangunan di setiap daerah," ujar Tito.

Tito menilai, pengalaman Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19 membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu membawa bangsa keluar dari krisis.

"Kita sudah memiliki vaksin dan obat. Karena itu, seharusnya kita bisa bertindak lebih tegas dan terukur. Jangan ada lagi kesenjangan pelayanan," tegasnya.

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC merupakan program prioritas nasional (quick win) Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan bahwa angka kematian akibat TBC lebih tinggi dibandingkan COVID-19.

"Sejak ditemukan, TBC telah merenggut hingga satu miliar nyawa di dunia. Saat ini, setiap tahun terdapat sekitar satu juta kematian global, termasuk 125 ribu di Indonesia. Artinya, setiap lima menit ada dua orang Indonesia meninggal karena TBC," jelas Menkes.

Hingga 25 Agustus 2025, Indonesia baru menemukan 508.994 kasus TBC atau 47 persen dari target nasional satu juta kasus per tahun.

"Target tahun ini adalah menemukan minimal 900 ribu kasus. Begitu pasien ditemukan, pengobatan tersedia. Yang terpenting, pasien harus minum obat teratur selama enam bulan agar sembuh total dan tidak menularkan kembali," tambahnya.

Menkes juga mengungkapkan bahwa cakupan Terapi Pencegahan TBC (TPT) masih rendah, yaitu baru 108.590 kontak serumah (sekitar 8 persen) yang mendapatkan TPT dari target 72 persen nasional.

"Rendahnya capaian TPT menunjukkan perlunya dukungan lintas sektor, edukasi masyarakat, dan peran aktif pemerintah daerah," ujar Budi.

Dari sisi pendanaan, ia menegaskan bahwa dukungan anggaran telah tersedia dari hibah maupun APBN, namun realisasi di sejumlah daerah masih rendah. Ia meminta kepala daerah memastikan pemanfaatan anggaran TBC secara optimal untuk menemukan dan mengobati pasien.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah diminta untuk:

Menetapkan regulasi daerah yang mendukung percepatan eliminasi TBC,

Mengalokasikan anggaran memadai,

Memperkuat layanan kesehatan primer untuk deteksi dini dan pengobatan,

Serta melibatkan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan sektor swasta dalam upaya penanggulangan.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan nasional tersebut.

"Pemkab Samosir siap mendukung percepatan eliminasi TBC. Kami akan memperkuat sistem penanganan dengan mengaktifkan tim percepatan penanggulangan TBC di daerah," ujar Ariston.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru