P.SIDIMPUAN | Jelajahnews.id - Asisten I Pemko Padangsidimpuan yang juga Plt Kadis PMD, berinisial INL, membantah keras tudingan mantan Kadis PMD, Ismail Fahmi Siregar (IFS), yang menyebut dirinya menerima aliran dana dari kasus dugaan pemotongan Anggaran Dana Desa (ADD).
"Itu tidak benar, saya tidak menerimanya," tegas INS ketika ditemui awak media di kantor DPRD Padangsidimpuan, Senin (15/9/2025).
Berbeda dengan INL, Kabid Pemdes Romi Antonio memilih bungkam. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu malam (14/09/2025), ia tidak memberikan jawaban.
Namun, salah satu pejabat berinisial AS, justru menyebut nama berinisial RA sebagai pihak yang mengetahui soal dugaan aliran dana Rp60 juta.
Nama-Nama Pejabat Disebut
Dalam pledoinya di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (10/09/2025), IFS merinci dugaan aliran dana ADD yang menyeret sejumlah pejabat Pemko Padangsidimpuan.
Di antaranya, Wakil Wali Kota AS disebut menerima Rp25 juta, Sekda LD Rp30 juta, Kepala BPKPD AS melalui Kabid Pemdes RA Rp60 juta, hingga sejumlah camat dan staf ahli dengan nilai beragam.