Tangan Dingin Satgas TMMD: Dari Senjata ke Semen demi Kolam Ikan Warga Sangkunur
TAPSEL Jelajahnews.id Kehadiran Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel di Kelurahan Sangkunur tidak hanya fokus pada pembangunan infrastru
Ragam
P.SIDIMPUAN | Jelajahnews.id - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Padangsidimpuan di Lapangan Alaman Bolak Nadimpu, Rabu (30/07/25), semestinya menjadi angin segar bagi warga untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga miring.
Namun harapan itu tampaknya belum sepenuhnya terwujud. Alih-alih merasa terbantu, sejumlah warga justru mengaku kecewa dengan harga bahan pokok yang nyaris tak berbeda dengan harga pasar biasa.
"Katanya pasar murah, tapi beli beras 5 kilogram tetap Rp60 ribu. Sama saja kayak beli di pinggir jalan," keluh seorang ibu rumah tangga yang ikut antre panjang sejak pagi.
Keluhan tak berhenti di situ. Harga minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya yang ditawarkan pun hanya selisih seribu hingga dua ribu rupiah dari toko-toko di sekitar.
"Kalau cuma beda seribu, apa gunanya kami antre berjam-jam di bawah matahari?" timpal warga lainnya.
Padahal spanduk besar bertuliskan "Dijamin Harga di Bawah Harga Pasar!!" terpampang jelas di lokasi kegiatan, menimbulkan ekspektasi tinggi dari masyarakat.

Sebelumnya, Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM., M.Kes, saat membuka secara resmi GPM menyatakan, pihaknya hanya memfasilitasi kegiatan ini sesuai arahan pusat.
"Secara teknis, Bulog yang menjelaskan itu. Kita dari pemerintah mendukung penuh agar program ini berjalan baik dan memenuhi syarat," ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Padangsidimpuan, Chairunnisa Daulay, menyampaikan bahwa GPM merupakan bagian dari program Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan bertujuan menstabilkan harga serta pasokan pangan.
Ia memastikan bahwa bahan pokok yang dijual bersubsidi dan lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Produk yang kami sediakan tentu sudah di bawah HET. Beras ini bersubsidi, tidak boleh dinaikkan harganya," tegasnya.
Namun fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Harga yang ditawarkan dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan bagi masyarakat menengah ke bawah.
Program GPM sendiri dijadwalkan akan digelar rutin di berbagai lokasi, hingga ke tingkat kelurahan dan desa. Wali Kota berharap kegiatan ini bisa menekan laju inflasi daerah dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan.
Meski niat program ini patut diapresiasi, kritik dari warga menjadi sinyal penting bahwa pelaksanaan di lapangan perlu dievaluasi. Jika harga yang ditawarkan masih terasa "biasa saja", maka label "pasar murah" pun kehilangan maknanya. (JN-Irul)
TAPSEL Jelajahnews.id Kehadiran Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel di Kelurahan Sangkunur tidak hanya fokus pada pembangunan infrastru
Ragam
TAPSEL Jelajahnews.id Nuansa kebersamaan terlihat di lahan pertanian warga Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Sabtu (28/0
Ragam
Di bawah terik siang dan tanah yang masih lembap, Danramil 19/Siais Kapten Inf H. Sirait terlihat tak sekadar memberi arahan.
Ragam
Bapak Herianto Siregar warga Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan
Ragam
Kopda Ibrahim Dalimunthe bersama rekannya turun langsung membantu panen daun bawang prei milik Ibu Aniyah di Kelurahan Sangkunur, Kecamatan
Ragam
Upaya bersembunyi di balik pintu kamar mandi tak menyelamatkan seorang pria dari penggerebekan petugas
Daerah
Semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan program TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan di Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangku
Ragam
Kopda Ibrahim Pasaribu turun langsung membantu warga mengumpulkan dan mengangkut kayu bakar dari lahan bekas penumbangan pohon karet,
Ragam
Semangat kebersamaan kembali terlihat di lokasi program TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan
Ragam
Suasana kebersamaan terasa hangat di tengah misi pengabdian Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan.
Ragam